Senin, 31 Maret 2014

MOMENT

PART 1    
                                 
Ima

"Ma lo dimana ? Acara mau mulai ! Stand kita masih kosong gini lo gimana ?"
Cerocos tami waktu aku akhirnya memutuskan untuk mengangkat telefon dari sahabatku sejak SMA , sambil mencoba untuk mengendalikan stir mobil dengan kecepatan diatas rata-rata dan mendengar kedua sahabatku berbicara kalau 30menit lagi acara dimulai  
"iya dut ini lagi otw , dikit lagi sampe . Lagian gue sendiri disuruh angkat barang segitu banyaknya  dari kampus sama ceci , diakan bawa mobil juga"
Sambil mencoba berkonsenterasi ke jalan , entah sudah berapa puluh mobil dan motor yang sudah mengklakson dan menyumpah serapah
"iya tau tuh rumahnya kan lewatin kampus sedangkan lo malah lawan arah , lagian dia juga belom dateng sampe sekarang"jawab tami
"what ! wah itu senior , yaudah dut sepuluh menit lagi gue sampe lo tunggu di parkiran ya "
"oke siap "
Mulai padatnya jalan jakarta ditambah waktu yang tidak bisa di ajak kompromi membuat emosi jadi tak beraturan . Tepat pukul delapan kurang lima belas menit sampai di tujuan , parkiran gedung balai kartini  hampir penuh dengan beragam bus yang mengangkut puluhan siswa siswa SMA . Dengan jeep yang cukup besar sulit untuk menemukan tempat parkir yang cocok , dan akhirnya kutemukan di pojok dekat sebuah pohon yang cukup besar , walau agak dipaksakan namun cukup  untuk membuka setengah pintu . Setelah menelfon tami memberitahu dimana kuparkirkan mobil datanglah bantuan dari dua sahabatku .
"Gila , banyak banget bawaannya , trus tadi lo yang angkutin sendiri ke mobil ? " Ucap ratna setengah kaget melihat banyaknya barang di mobil , "ga sendiri , gue dibantuin satpam kampus , kalo gue yang angkut sendiri yang ada keburu kelar ini acara , gue bawa buat 3 hari kedepan jadi kita gausah bolak balik kampus " ujarku sebelum mereka mengira kalau ini hanya untuk satu hari acara . "Bawa aja satu kardus dulu biar gue yang bawa dua kardus kertas pamflet sama paperbagnya sisa buat dua harinya taro di mobil gue dulu  " ucapku pasrah " emang kurang ajar ya ceci kalo bukan senior abis dia sama gue " ucap tami marah , "udah udah yuk acara udah mau mulai , meja kita kosong belom keisi , masih banyak kerjaan kita " ujar ratna menyadarkan kami . dua kardus berisi pamflet dan paperbag yang kukira tidak terlalu berat ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya , ada rasa bersalah saat menyuruh satpam kampus untuk membawa dua kardus yang kubawa saat ini dan aku langsung pergi untuk memasukan kardus lainnya ke mobil . Kedua kardus itu menutupi wajahku hingga menabrak seseorang yang kurasa lebih tinggi dariku , " eh sorry sorry temen gue ga liat , ma lo gimana sih hahaha bilang aja kalo emang lo mau nabrak " ucap tami sambil membantu merapikan isi kardus yang berantakan , tidak menyadari omongan  tami aku langsung membereskan seluruh isinya dan memasukan kembali ke kardus , konsenterasi membereskan pamflet buyar ketika melihat tangan yang berbeda dari ukuran tangan wanita , tangannya besar dibalut dengan kemeja putih bersih namun tidak kugubris , setelah selesai aku bangkit , menumpuk kardusnya lagi dan mengangkatnya lalu pergi menuju stand kampusku tanpa memperdulikan apapun . Saat baru tiba di depan stand bima sang wakil ketua badan eksekutif mahasiswa sekaligus ketua mahasiswa pecinta alam di kampusku. pria yang amat ku kagumi dengan tinggi serta tubuh berisinya yang terbentuk bukan karena latihan di pusat kebugaran namun alam yang membuat dirinya tampak begitu memesona, dia  menatapku membawa begitu banyaknya  barang namun terbesit raut kesal di wajahnya , "Siapa yang nyuruh lo bawa itu kardus-kardus hah ? Kenapa lo ga telefon gue ? " Mulai naik darah , sambil membantu menurunkan kardus yang kubawa "kan gue bukan nyuruh lo yang bawa semua barang pameran , ceci kemana ?" Sambil mencari sosok wanita kaleng rombeng walaupun tak telihat dia tetap mencoba menanyakanku "eh lo kenapa diem ? lo kok pucet sih ? Sakit ? " Kepalaku pusing akibat belum sarapan ditambah seluruh kejadian tadi pagi yang membuang banyak energi , entah apa yang bima katakan aku tidak bisa mendengar dengan jelas , setelah itu hitam menyerbu m   tidak kupedulikan berapa lama aku pingsan , tapi saat kubuka mataku kulihat tami , ratna disampingku dan seorang laki-laki yang tidak kukenal , namun begitu akrab dengan tami dan ratna , dan membiarkan kepalaku di pangkuannya , tidak kupedulikan apa yang mereka bicarakan , aku bangun . "Eh udah sadar , masih pusing ? Tiduran lagi aja " kata cowo itu "udah gapapa kok , makasih" kataku sambil mencoba berdiri . Baru sadar kalau ini bukan stand pameran aku panik , "dut acaranya gimana ? Udah kelar ? Duh mampus gue diomelin sama bima , belom kalo kena cerocosan kaleng rombeng " kataku panik , mereka diam melihat aku histeris , setelah hening sebentar mereka tertawa , " eh kok lo pada ketawa ? Kenapa ? " Tanyaku bingung , "kita udah dapet tiket vip buat istirahat sama bima jadi lo tenang aja , minum dulu minum " ucap ratna , "udah duduk dulu sekalian minum tehnya " aku duduk kembali dan meminum teh itu , kulihat sekelilingku , "dut ini dimana ? "  
"Kita di kantor pemasaran gedung ini , kenapa emang ? " ucap tami
" duh maaf ya mas jadi ga beraturan gini ruangannya gara-gara saya pingsan , maaf saya tinggal ya mas , kalo saya disini saya lepas tanggunh jawab saya , terima kasih sekali lagi " ucapku tanpa ada jeda "oh iya , dut beresin ini dulu ya gue mau ke bima ", laki-lagi itu hanya memandangiku entah apa yang ada di pikirannya , aku langsung beranjak menuju stand kampus , sempat terbesit di kepalaku , kalau itu kantor pemasaran kenapa laki-laki itu memakai seragam layaknya seorang angkatan atau mahasiswa sekolah tinggi , namun aku enyahkan dari kepalaku , tujuan utamaku bukan mengenali cowo itu tapi mekperkenalkan kampusku kepada siswa yang mengunjungi acara ini . Ramainya acara pengenalan berbagai universitas dan sekolah sekolah tinggi membuatku semangat untuk memperkenalkan universitasku kepada siswa SMA , aku berjalan menuju standku berada , dari jauh terlihat bima yang sedang berbicara ke beberapa siswa laki-laki , sesaat dia menoleh dan langsung menghampiriku "lo gapapa ? Tadi kan gue nyuruh tami sama ratna nenin lo istirahat , sekarang mana ?" Ucap bima " udah gapapa kok kak bim , saya belom sarapan aja karna disuruh  tadi ambil barang di kampus " jawabku , "siapa yang nyuruh lo ?" Aku diam , aku tahu siapa bima , sebagai wakil BEM dia tidak mentolerir siapapun yang menumpahkan tugas ke orang lain yang bersikap memaksa ,
TO BE CONTINUED

This is not a real story . Read , and critize my short story okay because i'm still beginner to write .  guys ;)

Kamis, 11 Oktober 2012

Hai , nama gue adalah Rima Avianti orang orang biasa manggil gue rima . gue anak ke 3 dari 3 bersaudara . gue lahir di jakarta tanggal 11 maret 1996 . gue adalah seorang pelajar di SMAN 22 jakarta dan saat ini gue duduk di kelas 11 . tepatnya XI.IA.1 . gue adalah seorang pemain voli . gak terlalu jago tapi bisa buat main haha . r if you want to know about me ask me everytime you want just message 08973827515 . gue orangnya terbuka gue mudah peka sama perasaan orang , ciri ciri gue , tinggi gue lebih dari 170 berat badan gue 56 kg dan otomatis gue kurus haha . idung gue pesek rambut gue sekarang sebahu  . lo bisa liat foto terbaru gue . kalian juga bisa follow gue @rimaavianti dan bisa add gue di facebook rima avianti . segini dulu pembahasan tentang gue